Pelaku Usaha (Harus) Melawan Korupsi

Tidak ada lagi pertentangan dan perdebatan bahwa korupsi merugikan pelaku usaha. Argumen bahwa korupsi
membuat pertumbuhan ekonomi berjalan cepat karena memuluskan investasi atau perizinan telah dibantah oleh studi empirik Paulo Mauro.

Mauro menyimpulkan bahwa korupsi justru dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pernyataan
Mauro sejalan dengan sikap The World Bank yang menyatakan bahwa korusi sebagai hambatan terbesar bagi pembangunan sosial dan ekonomi.

Korupsi dinilai sebagai permasalahan institusional yang perlu diselesaikan secara bersama-sama. Dalam sektor ekonomi, korupsi terjadi karena adanya permintaan (demand) dari pejabat publik dan pasokan (supply) dari pelaku usaha.

Upaya memberantas tidak akan maksimal jika hanya melakukan perubahan institusional pada tata kelola pemerintahan (demand side); misalnya, mereformasi kebijakan pengadaan barang dan jasa atau memperketat peraturan konflik kepentingan.

Perubahan institusional pelaku usaha (supply side) juga perlu dilakukan. Oleh karenanya, pelaku usaha selaku pihak yang paling berperan besar dalam kegiatan ekonomi harus mulai berkolaborasi mencegah dan melawan korupsi.

Silahkan unduh buletin selengkapnya dibawah ini:

Download (PDF, 1.06MB)